PEMBINA KIR
Latepost
Tahun ajaran baru, lihat SK baru. Ternyata diberi amanah menjadi pembina
KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). Sedikit nge-blank tapi berniat untuk mencoba hal
baru. Setidaknya ada kesempatan untuk memicu adrenalin dalam menghadapi
tantangan sekaligus belajar dan membina ilmu. Ok fix, meyakinkan diri untuk
bisa.
Minggu pertama di pertemuan anggota KIR sempat kaget karena anggotanya hanya
tersisa tiga orang, 2 perempuan dan 1 laki-laki dengan kondisi kedua anak
perempuan berniat hijrah sekolah di pulau Jawa. Tanya program kerja, katanya
tidak terprogram hanya kumpul dan membahas tentang tema kekinian. Akhirnya KIR
berjalan hanya dengan memanfaatkan satu anggota aktif.
Minggu berikutnya dimulai dengan pendekatan ke beberapa siswa yang dianggap
mampu untuk membantu memajukan ekstrakurikuler ini berdasarkan kemampuan
berdikskusi dan prestasi di kelas. Hasilnya
cuma beberapa gelintir siswa yang minat, itupun dengan sedikit paksaan.
Tak lama berselang, KIR dapat undangan untuk mengikuti lomba karya tulis
ilmiah yang diadakan oleh fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Mulawarman di bidang mata pelajatan Kimia. Dengan modal nekat kami mencoba
untuk mengikuti lomba tersebut dengan mengangkat tema pengawet alami dari kulit
durian dan karena faktor keberuntungan akhirnya memperoleh juara harapan 1
(Juara terakhir).
Keberuntungan tersebut justru menjadi titik tolak KIR MAN 1 Samarinda
menjadi lebih dilirik oleh peserta didik. Tahun ajaran baru peminat KIR
bertambah menjadi 10 orang dan beberapa kejuaraan berhasil diperoleh. Dukungan kepala
Madrasah juga semakin meningkat sehingga kegiatan-kegiatan KIR sangat didukung
termasuk kemudahan dalam pendanaan.
Tiga tahun menjadi pembina KIR akhirnya pada tahun 2015, ekstrakurikuler
ini justru menolak anggota. Seleksi anggota diperketat dengan melakukan
wawancara yang melibatkan alumni Kir yang telah lulus dan kuliah. Dan ditahun
2015 KIR MAN 1 Samarinda dapat bersaing di tingkat nasional dan meraih juara 3
dalam ajang LKTI Madrasah berbasis riset di Palembang. Pada tahun 2016 team KIR
MAN 1 Samarinda juga berhasil menembus seleksi LKIR LIPI dan masuk sebagai
finalis 15 besar di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK).
Hikmah yang saya peroleh selama menjadi pembina KIR adalah : Jalani semua
dengan ikhlas, jangan menyerah, dan terus berinovasi. Karena dari membina KIR
akhirnya saya bisa jalan-jalan gratis, ke Palembang, bolak-balik Jakarta hingga
blusukan di daerah perbatasan Kaltara dan Malaysia.



Komentar
Posting Komentar